a. Mengetahui Kelinci Hamil
Biasanya, janin sudah mulai tumbuh 7 hari setelah kelinci dikawinkan. Pada hari ke-10, 14 atau lebih, kita dapat melakukan teknik palpasi, yaitu perabaan pada perut kelinci.
Bentuk janin kelinci bulat kecil seperti buah blueberry atau kelereng. Namun jangan sampai tertukar dengan kotoran. Walaupun memiliki bentuk nan sama, kotoran lebih keras juga padat dan letaknya di perut bawah mengarah ke tulang belakang. Sedangkan janin, lembut kenyal dan berada di perut bagian tengah, kecuali jika melewati usia 14 hari maka letaknya akan lebih ke bawah, ke arah vagina.
Harap diingat jika melakukan perabaan, lakukan dengan lembut sebab kelinci dapat berontak. Angkat kelinci dan simpan di pangkuan atau meja. Gunakan kedua tangan. Tangan nan satu mengusap-usap, lalu sedikit menekan kepala atau tengkuk. Tangan nan satunya perlahan menyusuri perut mulai dari bagian atas ke bawah.
Ciri lain nan menandakan kelinci hamil ialah bagian mulut nan menjadi agak kemerah-merahan ketika memasuki 14 hari usia janin. Kadang-kadang kelinci akan mengorek-ngorek kandang atau tanah. Nafsu makan pun akan meningkat sehingga mudah lapar. Pada kelinci nan baru pertama hamil, mungkin akan lebih militan dibandingkan sebelumnya.
Biasanya, kelinci nan hamil tak mau kawin dan menolak pejantan. Tetapi terkadang ada juga kelinci betina nan sedang hamil tetap mau kawin. Maka berhati-hatilah jangan sampai ini terjadi, sebab dapat menyebabkan hamil susulan.
b. Merawat Kelinci Hamil
Masa kehamilan kelinci ialah 29 hingga 33 hari. Kelinci betina nan sedang hamil membutuhkan perhatian khusus. Karena nafsu makannya meningkat, maka jaga suplai makanan dan minuman tetap baik. Jangan sampai kelaparan atau haus hingga menjadi stres, bahkan kanibal. Bila perlu, usap-usap dan belailah dengan lembut.
Jika terjangkiti kutu atau scabies, jangan disuntik, cukup diberi obat salep antikutu atau scabiesced. Karena obat injeksi bisa menyebabkan keguguran.
Memasuki hari ke-17, kehamilan akan terlihat dan akan lebih membutuhkan asupan makanan. Dari pagi hingga malam harus selalu dicek jatah makan dan minumnya, jangan sampai kehabisan.
Pada hari ke-25, kelinci akan mulai gelisah dan mengorek-ngorek kandang atau menggali tanah, mengumpulkan jerami atau serpihan kertas, dan mencabuti bulunya buat loka tidur si anak. Segera sediakan kotak dengan jerami kering di dalamnya, pastikan bersih, kering dan bebas kutu.
Biarkan kelinci agar nyaman, hindarkan dari hewan lain seperti kucing, tikus, anjing, dan jangan terlalu sering dilihat. Pastikan pasokan makan dan minum selalu tersedia dengan baik.
c. Merawat anakan kelinci
Setelah indukan kelinci melahirkan anak-anaknya, sebaiknya biarkan dulu sehari dua hari agar induk betina mengasuh sendiri. Dan perlu diperhatikan ketika melahirkan induk jantan sebaiknya dipisah dari induk betina, taruh pada kandang nan terpisah. Tujuannya buat mengindari induk jantan memakan anakannya.
Selain itu bayi-bayi kelinci jangan dulu dipegang atau digendong oleh pemiliknya. Karena akan membahayakan anak kelinci sendiri, jika anak kelinci kerap digendong atau dipegang oleh manusia, indukan tidak mau mengasuhnya sebab anakan berbau manusia. Akibatnya anakan kelinci terlantar dan tidak dapat mendapatkan susu. Semasa menyusui indukan kelinci betina sebaiknya tetap berikan makanan hijauan dan pellet.
Demikianlah sekilas tentang tips bagaimana merawat indukan kelinci ketika masa reproduksi. Selamat merawat kelinci hamil Anda, semoga berhasil!

Tidak ada komentar:
Posting Komentar